SMART INSTA FOREX

BELAJAR TRADING BERSAMA SMART INSTA FOREX


InstaForex

Time To Trading

New York London Tokyo Jakarta

Cari Blog Ini


The Forex Quotes are Powered by Forexpros - The Leading Financial Portal.
Tampilkan postingan dengan label MOTIVASI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MOTIVASI. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Juli 2012

Mentor Investor Dunia


Benjamin Graham – Mentor Investor Dunia


Profile



  • Lahir : 8 Mei 1894
  • Wafat : 21 September 1976 (umur 82 tahun)
  • Pendidikan terakhir : Columbia Business School
  • Karir terakhir : Finance Investment
  • Almamater : Columbia University
  • Murid-murid terbaik : Jean-Marie Eveillard, Warren Buffett, William J. Ruane, Irving Kahn, Hani M. Anklis, Walter J. Schloss
  • Kontribusi dalam penulisan buku :Security Analysis (1934) & The Intelligent Investor (1949)

Benjamin Graham (8 Mei 1894 - September 21, 1976) telah dianggap sebagai seorang ekonom Amerika dan investor profesional. Graham dianggap sebagai pendukung pertama teori Nilai investasi atau Value Investment,yang juga adalah teori pendekatan investasi saat ia mulai mengajar di Columbia Business School pada tahun 1928 dan teori Nilai investasi tersebut kemudian disempurnakan dengan David Dodd melalui berbagai edisi buku terkenal mereka yang disebut Security Analysis. 

Murid-murid Benjamin Graham yang memakai teori nilai Investasi adalah Jean-Marie Eveillard, Warren Buffett, William J. Ruane, Irving Kahn, Hani M. Anklis, dan Walter J. Schloss. Buffett, yang adalah murid kesayangan Graham karena intelektualnya. Buffet menganggap Graham sebagai orang yang paling berpengaruh kedua dalam hidupnya setelah ayahnya sendiri karena Graham telah dengan sangat gamblang mengajarkan Buffet tentang landangan kerangka investasi. Graham juga menginspirasi murid lainnya yaitu Kahn.

Ini adalah awal mula Buffett diberikan tanggung jawab besar, dari situ ia tidak pernah berhenti untuk menyerap, sekaligus berterima kasih atas apa yang ia pelajari dari seorang Benjamin Graham. Menarik untuk diketahui bahwa; salah satu investasi Newman Graham GEICO milik Graham, merupakan awal dari akuisisi Berkshire Hathaway yang hingga saat ini masih menjadi roda investasi besar di Grup Buffett.

Perjalanan hidup Benjamin Graham menuju puncak sukses pasti penuh dengan lika-liku dan rintangan, layaknya investor sebagai manusia biasa. Ia pun harus melewati langkah sulit dan berjuang keras di era krisis ekonomi yang terjadi di Amerika Serikat pada masa itu.

Biografi Benjamin Graham
Benjamin Graham terlahir di kota London tahun 1894, anak seorang importir. Keluarganya bermigrasi ke Amerika pada saat ia masih sangat muda dan membuka usaha pengimpor. Keadaannya berubah menjadi mimpi buruk ketika ayahnya meninggal dunia tidak lama setelah pindah ke Amerika pada tahun 1907 selama krisis ekonomi pada saat itu.

Melewati masa krisis, Benjamin Graham tetap berhasil masuk kuliah di Columbia University. Ketika di bangku kuliah, ia adalah seorang bintang kelas yang mahir di berbagai bidang. Meskipun ditawarkan pekerjaan menjadi dosen setelah lulus, ia lebih memilih pekerjaan di Wall Street.

Dia tidak membutuhkan waktu lama, kecerdasan alaminya muncul ketika ia mulai melakukan financial research, market analysis dan menjadi partner dalam suatu perusahaan. Pendapatannya langsung melonjak naik menjadi lebih dari $500.000 setahun, jumlah yang signifikan besar untuk usia 25 tahun.

Pada tahun 1926, Benjamin Graham membentuk kerjasama investasi dengan Broker, Jerome Newman. Di saat yang bersamaan, ia juga mulai mengajar dengan menjadi dosen kelas malam dibidang keuangan, Universitas Columbia.

Krisis keuangan tahun 1929 hampir membuat Benjamin Graham bangkrut total, namun usahanya terselamatkan oleh bantuan dari penjualan sebagian besar aset-aset personal. Sang Istri pun terpaksa kembali bekerja sebagai guru dansa. Ben Graham dengan segera kembali berdiri, dari situ ia telah belajar pengalaman paling berharga. Sebuah rahasia yang akan dia wariskan kepada Investor di dunia melalui buku – bukunya.

Pada tahun 1934, Benjamin Graham bersama dengan David Dodd (akademis Columbia), menerbitkan buku Security Analysis. Meskipun dalam masa krisis keuangan, buku itu tetap merekomendasikan: “sukses untuk berinvestasi dengan saham biasa adalah mungkin, selama prinsip-prinsip investasi yang sehat tetap diterapkan.”. Mereka telah memperkenalkan konsep intristic value / nilai fundamental untuk membeli saham dengan nilai tersebut.

Kerjasama merekapun berlanjut, namun kali ini lebih produktif dan tidak pernah lagi merugikan para investor mereka dengan nilai kesuskesan return tahunan sekitar 17%. Benjamin Graham berhasil menulis buku The Intelligent Investor pada tahun 1949, yang juga dianggap sebagai “Kitab Suci Investasi”. Beliau-pun akhirnya pensiun di tahun 1956 dan wafat tahun 1976.

Krisis ekonomi global yang terjadi beberapa tahun terakhir telah menjadi rintangan bagi kita semua pastinya dan diperlukan kerja keras, pengorbanan dan pantang menyerah untuk menggapai kesuksesan layaknya Benjamin Graham dan juga investor kelas dunia lainnya di masa krisis pada saat itu. Melalui Biografi singkat ini, diharapkan memberi Anda pengetahuan, pengalaman serta inspirasi yang berarti.

Motifasi Buat rekan rekan semua.

Kamis, 31 Mei 2012

KENAPA KITA HARUS SENYUM SIH ???


Awali Hari Anda Dengan Senyuman



 


Pernahkah anda berpikir bahwa hanya dengan sebuah senyuman dapat membuat hari-hari anda menjadi lebih baik? Jika belum, maka sudah saatnya anda untuk mencoba cara ini. Ini adalah cara pengembangan diri yang paling mudah dan tidak dipungut biaya tetapi dapat memberikan dampak yang luar biasa pada kehidupan sehari-hari anda.

Banyak orang yang tidak menyadari kekuatan dari senyuman. Padahal hanya dengan sebuah senyuman, anda dapat menjadi lebih semangat, meredakan ketegangan yang ada, menghibur seseorang, dan masih banyak lagi. Dengan tersenyum, anda membuat aura positif dalam diri anda sendiri. Dan berita baiknya, seperti yang ditulis oleh Esther Hicks dan Jerry Hicks dalam buku yang berjudul “Law Of Attraction” dan juga film yang berjudul “The Secret”, bahwa segala hal-hal di dunia ini saling tarik menarik. Jadi dengan anda menanamkan aura positif dalam diri anda, maka anda juga akan menarik hal-hal positif agar datang kepada anda.

Oleh karena itu, mulailah hari-hari anda dengan sebuah senyuman, dimulai ketika anda bangun pagi hari, maka anda akan menarik hal-hal positif dalam menjalankan aktifitas-aktifitas anda ke depan. “This world always look better from behind a smile” (Dunia ini selalu terlihat lebih baik dibalik sebuah senyuman).

Tips: Awali segala sesuatu dengan senyuman, niscaya hal-hal baik akan terjadi pada diri anda. Banyak orang yang bilang senyum itu ibadah, jadi banyak-banyaklah tersenyum.


By : Steven Junaidi

Sabtu, 19 Mei 2012

Forex Menurut hukum Islam


Apakah Hukum Forex Trading Valas Halal Menurut Hukum Islam


3 votes, 5.00 avg. rating (98% score)

Sebagian umat Islam ada yang meragukan kehalalan praktik perdagangan berjangka. Bagaimana menurut padangan para pakar Islam? Apa pendapat para ulama mengenai trading forex, trading saham, trading index, saham, dan komoditi? Apakah Hukum Forex Trading Valas Halal Menurut Hukum Islam? Mari kita ikuti selengkapnya.
Jangan engkau menjual sesuatu yang tidak ada padamu,” sabda Nabi Muhammad SAW, dalam sebuah hadits riwayat Abu Hurairah.
Oleh sementara fuqaha (ahli fiqih Islam), hadits tersebut ditafsirkan secara saklek. Pokoknya, setiap praktik jual beli yang tidak ada barangnya pada waktu akad, haram. Penafsiran secara demikian itu, tak pelak lagi, membuat fiqih Islam sulit untuk memenuhi tuntutan jaman yang terus berkembang dengan perubahan-perubahannya.
Karena itu, sejumlah ulama klasik yang terkenal dengan pemikiran cemerlangnya, menentang cara penafsiran yang terkesan sempit tersebut. Misalnya, Ibn al-Qayyim. Ulama bermazhab Hambali ini berpendapat, bahwa tidak benar jual-beli barang yang tidak ada dilarang. Baik dalam Al Qur’an,sunnah maupun fatwa para sahabat, larangan itu tidak ada.
Dalam Sunnah Nabi, hanya terdapat larangan menjual barang yang belum ada, sebagaimana larangan beberapa barang yang sudah ada pada waktu akad. “Causa legis atau ilat larangan tersebut bukan ada atau tidak adanya barang, melainkan garar,” ujar Dr. Syamsul Anwar, MA dari IAIN SUKA Yogyakarta menjelaskan pendapat Ibn al-Qayyim. Garar adalah ketidakpastian tentang apakah barang yang diperjual-belikan itu dapat diserahkan atau tidak. Misalnya, seseorang menjual unta yang hilang. Atau menjual barang milik orang lain, padahal tidak diberi kewenangan oleh yang bersangkutan.
Jadi, meskipun pada waktu akad barangnya tidak ada, namun ada kepastian diadakan pada waktu diperlukan sehingga bisa diserahkan kepada pembeli, maka jual beli tersebut sah. Sebaliknya, kendati barangnya sudah ada tapi – karena satu dan lain hal — tidak mungkin diserahkan kepada pembeli, maka jual beli itu tidak sah.
Perdagangan berjangka, jelas, bukan garar. Sebab, dalam kontrak berjangkanya, jenis komoditi yang dijual-belikan sudah ditentukan. Begitu juga dengan jumlah, mutu, tempat dan waktu penyerahannya. Semuanya berjalan di atas rel aturan resmi yang ketat, sebagai antisipasi terjadinya praktek penyimpangan berupa penipuan — satu hal yang sebetulnya bisa juga terjadi pada praktik jua-beli konvensional.
Dalam perspektif hukum Islam, Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) (forex adalah bagian dari PBK) dapat dimasukkan ke dalam kategori almasa’il almu’ashirah atau masalah-masalah hukum Islam kontemporer. Karena itu, status hukumnya dapat dikategorikan kepada masalah ijtihadiyyah. Klasifikasi ijtihadiyyah masuk ke dalam wilayah fi ma la nasha fih, yakni masalah hukum yang tidak mempunyai referensi nash hukum yang pasti.
Dalam kategori masalah hukum al-Sahrastani, ia termasuk ke dalam paradigma al-nushush qad intahat wa al-waqa’I la tatanahi. Artinya, nash hukum dalam bentuk Al-Quran dan Sunnah sudah selesai; tidak lagi ada tambahan. Dengan demikian, kasus-kasus hukum yang baru muncul mesti diberikan kepastian hukumnya melalui ijtihad.
Dalam kasus hukum PBK, ijtihad dapat merujuk kepada teori perubahan hukum yang diperkenalkan oleh Ibn Qoyyim al-Jauziyyah. Ia menjelaskan, fatwa hukum dapat berubah karena beberapa variabel perubahnya, yakni: waktu, tempat, niat, tujuan dan manfaat. Teori perubahan hukum ini diturunkan dari paradigma ilmu hukum dari gurunya Ibn Taimiyyah, yang menyatakan bahwa a-haqiqah fi al-a’yan la fi al-adzhan. Artinya, kebenaran hukum itu dijumpai dalam kenyataan empirik; bukan dalam alam pemikiran atau alam idea.
Paradigma ini diturunkan dari prinsip hukum Islam tentang keadilan yang dalam Al Quran digunakan istilah al-mizan, a-qisth, al-wasth, dan al-adl.
Dalam penerapannya, secara khusus masalah PBK dapat dimasukkan ke dalam bidang kajian fiqh al-siyasah maliyyah, yakni politik hukum kebendaan. Dengan kata lain, PBK termasuk kajian hukum Islam dalam pengertian bagaimana hukum Islam diterapkan dalam masalah kepemilikan atas harta benda, melalui perdagangan berjangka komoditi dalam era globalisasi dan perdagangan bebas.
Realisasi yang paling mungkin dalam rangka melindungi pelaku dan pihak-pihak yang terlibat dalam perdagangan berjangka komoditi dalam ruang dan waktu serta pertimbangan tujuan dan manfaatnya dewasa ini, sejalan dengan semangat dan bunyi UU No. 32/1977 tentang PBK.
Karena teori perubahan hukum seperti dijelaskan di atas, dapat menunjukkan elastisitas hukum Islam dalam kelembagaan dan praktek perekonomian, maka PBK dalam sistem hukum Islam dapat dianalogikan dengan bay’ al-salam’ajl bi’ajil.
Bay’ al-salam dapat diartikan sebagai berikut. Al-salam atau al-salaf adalah bay’ ajl bi’ajil, yakni memperjualbelikan sesuatu yang dengan ketentuan sifat-sifatnya yang terjamin kebenarannya. Di dalam transaksi demikian, penyerahan ra’s al-mal dalam bentuk uang sebagai nilai tukar didahulukan daripada penyerahan komoditi yang dimaksud dalam transaksi itu. Ulama Syafi’iyah dan Hanabilah mendefinisikannya dengan: “Akad atas komoditas jual beli yang diberi sifat terjamin yang ditangguhkan (berjangka) dengan harga jual yang ditetapkan di dalam bursa akad”.
Keabsahan transaksi jual beli berjangka, ditentukan oleh terpenuhinya rukun dan syarat sebagai berikut:
a) Rukun sebagai unsur-unsur utama yang harus ada dalam suatu peristiwa transaksi Unsur-unsur utama di dalam bay’ al-salam adalah:
  • Pihak-pihak pelaku transaksi (‘aqid) yang disebut dengan istilah muslim atau muslim ilaih.
  • Objek transaksi (ma’qud alaih), yaitu barang-barang komoditi berjangka dan harga tukar (ra’s al-mal al-salam dan al-muslim fih).
  • Kalimat transaksi (Sighat ‘aqad), yaitu ijab dan kabul. Yang perlu diperhatikan dari unsur-unsur tersebut, adalah bahwa ijab dan qabul dinyatakan dalam bahasa dan kalimat yang jelas menunjukkan transaksi berjangka. Karena itu, ulama Syafi’iyah menekankan penggunaan istilah al-salam atau al-salaf di dalam kalimat-kalimat transaksi itu, dengan alasan bahwa ‘aqd al-salam adalah bay’ al-ma’dum dengan sifat dan cara berbeda dari akad jual dan beli (buy).
b) Syarat-syarat
  • Persyaratan menyangkut objek transaksi, adalah: bahwa objek transaksi harus memenuhi kejelasan mengenai: jenisnya (an yakun fi jinsin ma’lumin), sifatnya, ukuran (kadar), jangka penyerahan, harga tukar, tempat penyerahan.
  • Persyaratan yang harus dipenuhi oleh harga tukar (al-tsaman), adalah, Pertama, kejelasan jenis alat tukar, yaitu dirham, dinar, rupiah atau dolar dsb atau barang-barang yang dapat ditimbang, disukat, dsb. Kedua, kejelasan jenis alat tukar apakah rupiah, dolar Amerika, dolar Singapura, dst. Apakah timbangan yang disepakati dalam bentuk kilogram, pond, dst.
  • Kejelasan tentang kualitas objek transaksi, apakah kualitas istimewa, baik sedang atau buruk. Syarat-syarat di atas ditetapkan dengan maksud menghilangkan jahalah fi al-’aqd atau alasan ketidaktahuan kondisi-kondisi barang pada saat transaksi. Sebab hal ini akan mengakibatkan terjadinya perselisihan di antara pelaku transaksi, yang akan merusak nilai transaksi.
  • Kejelasan jumlah harga tukar. Penjelasan singkat di atas nampaknya telah dapat memberikan kejelasan kebolehan PBK. Kalaupun dalam pelaksanaannya masih ada pihak-pihak yang merasa dirugikan dengan peraturan perundang-undangan yang ada, maka dapatlah digunakan kaidah hukum atau legal maxim yang berbunyi: ma la yudrak kulluh la yutrak kulluh. Apa yang tidak dapat dilaksanakan semuanya, maka tidak perlu ditinggalkan keseluruhannya.
Dengan demikian, hukum dan pelaksanaan PBK sampai batas-batas tertentu boleh dinyatakan dapat diterima atau setidak-tidaknya sesuai dengan semangat dan jiwa norma hukum Islam, dengan menganalogikan kepada bay’ al-salam.

Dihimpun dari berbagai sumber.

Minggu, 13 Mei 2012

Apasih Sentimen Bullsih atau Sentimen Pasar


Sentimen Bullsih atau Sentimen Pasar

Sumber : COLUMN VBN



Minggu,13 Mei 2012.

Mungkin Anda biasa membaca berita-berita pasar seperti berikut ini: “Sentimen Global Kikis Indeks Bursa Indonesia”, “Sentimen Negatif Regional Picu IHSG Melemah”, “Sentimen Negatif Kepung Indeks Pagi Ini”, atau “Sentimen Negatif Terhadap Dollar AS Perkuat Euro”, “Sterling Melemah, Sentimen Negatif Terhadap Potensi Dampak Kebijakan Fiskal”, Hang Seng Ditutup Naik; Sentimen Kebijakan Fed Angkat Bursa; dan lain-lainnya yang sejenis.

Sentimen dan kembali sentimen pasar nampaknya merupakan suatu kekuatan yang begitu rupa dapat memengaruhi arah dan pergerakan pasar dan instrumen investasi. Kalau kita baca judul-judul berita di atas; hal yang sering kali tampil di berbagai media, baik cetak, online ataupun televise dan radio; kita akan mengakui bahwa memang sentimen pasar dominan mempengaruhi dinamikanya pasar. Sentimen negatif akan melemahkan pasar. Semakin kuat sentimen tersebut, semakin besar pula penurunan harga. Jika berlanjut penyurutan akan semakin panjang dan lama serta membentuk trend down. Sebaliknya, sentimen positif akan mengangkat indeks harga yang bisa berlanjut dalam suatu rally yang panjang. Suatu pola trend up terbentuk, dan kita menyebutnya pasar sedang bullish.

Konsensus Bersama

Kalau demikian, apakah sentimen pasar itu? Per definisi dapat disebutkan ini merupakan wujud perasaan bersama dari pasar, bentuk dari psikologi kelompok massa (atau crowd psychology) yang tercermin dalam aktivitas dan pergerakan harga instrumen investasi.

Pengertian lain dari Sentimen Pasar adalah sikap kesepakatan bersama (konsensus) dari para pelaku pasar investasi dalam mengantisipasi pergerakan harga di suatu jenis pasar. Sikap ini merupakan akumulasi dari berbagai faktor fundamental dan teknikal, termasuk di dalamnya pola pembentukan harga serta rilis data ekonomi ataupun berita global penting.

Aneka faktor tersebut secara bersama membentuk suatu persepsi komunitas pasar investasi. Jika ada faktor dominan di pasar yang membentuk kemudian misalnya sentimen bearish, maka pelaku pasar segera antisipasi akan turunnya harga yang mendorong mereka untuk secepatnya melakukan aksi yang sesuai. Apakah itu profit taking, atau hedging, atau open sell di sejumlah instrumen derivative yang memungkinkan. Tindakan cepat para investor akan dengan sendirinya justru mempercepat pergerakan harga. Down trend dari harga bisa semakin cepat dengan penyebaran informasi adanya sentimen bearish ini. Pada kondisi yang ekstrim, pergerakan ini disebut sebagai “falling knife” , yaitu meluncur turun seperti pisau jatuh. Itu jelas terjadi saat long bearish market bursa saham global tahun 2008, saat era subprime mortgage yang menjungkalkan sejumlah raksasa korporasi finansial global. Kalau lagi begini trend-nya, nasehat cuma satu: jangan coba dilawan!

Pembentukan Sentimen

Bagi seorang investor yang menjadi concern tentunya bagaimana mengetahui pembentukan sentimen terjadi dan selanjutnya yang penting adalah bagaimana mengambil profit dari sentimen yang ada tersebut. Bukan demikian?

Pembentukan sentimen, sebagaimana telah disebut sebagian di atas, muncul sebagai kumpulan dari berbagai faktor, apakah itu fundamental, teknikal, chart pattern, rilis data ekonomi ataupun berita global penting, serta juga siklus. Dengan demikian, untuk mempelajari pembentukan sentimen kita harus banyak membaca dan mempelajari informasi pasar. Bagaimanapun, suatu konsensus pasar sampai kepada terjadinya sentimen adalah bentukan dari informasi. Arus informasi, yang dalam era sekarang mengalir begitu cepat dengan teknologi online, begerak dan membentuk suatu persepsi umum di kalangan komunitas investor. Terlepas dari mana sumber informasi tersebut, pasar sering bereaksi dengan segera. Pendapat tokoh finansial terkemuka, sebutlah sebagai contoh Alan Greenspan yang notabene sudah pensiun dan tidak memiliki jabatan struktural lagi, itu masih sering menggerakkan pasar dengan sejumlah komentarnya. Analis pasar terdepan, seperti Nourel Roubini yang dijuluki Dr. Doom karena prediksinya yang akurat dalam meramalkan global financial crisis lalu, sering menjadi acuan investor dalam menentukan aksi pasar.

Informasi pergerakan pasar di negara tetangga sering menjadi referensi pasar. Apa yang terjadi di Jepang dengan bursa Nikkei-nya, biasanya memberikan sentimen searah di bursa Hong Kong, Hang Seng. Lalu, kita melihat gelombang yang sejenis di IHSG BEI kita. Memang tidak selalu demikian, tetapi sering kali terjadi demikian. Silakan perhatikan, bila terdapat pergerakan signifikan di bursa Shanghai China maka hembusan sentimen akan mempengaruhi bukan hanya Hang Seng Index tetapi juga dinamika bursa-bursa saham di Wall Sreet. Gelombang itu mungkin berlanjut sampai kepada IHSG di Indonesia.

Di tempat lain, kita bisa melihat bagaimana pasar menguatirkan tingkat pengangguran yang tinggi di Amerika yang tidak kunjung berkurang. Sejalan dengan itu sentimen merebak di pasar uang atau forex secara spesifiknya. Maka kita melihat mata uang US Dollar yang terus merosot bahkan terhadap Eropa dan Inggris yang ekonominya juga sebenarnya sedang bermasalah.

Jangan Dilawan, Ikuti

Kerajinan dan ketekunan kita mengamati informasi investasi yang ada akan dapat memberikan semacam radar dan signal investasi untuk segera ambil aksi yang sesuai dengan sentimen pasar tersebut. Kalau mau profit, pasar jangan dilawan tetapi diikuti. Saya suka menyebut dengan menunggangi pasar. Seperti kuda yang bisa bergerak liar tetapi dapat ditunggangi. Seperti gelombang laut yang sangat aktif tetapi dapat ditunggangi peselancar (surfer).
 Begitu juga kita perlu bersikap memanfaatkan sentimen pasar. Dia ada untuk ditunggangi dan diambil profit-nya.

Buat seorang investor sahabat terbaiknya adalah tren pasar. “The trend is your friend” . Ikuti trend-nya dan nikmati profit-nya. Mmm, sedaap …bukan...

Motto Smartinstaforex : " Yang Penting Profit  ( YPP ) " 

Sabtu, 12 Mei 2012

Yuk Ber Pikir Positif


LEPASKAN PIKIRAN NEGATIF KETIKA  ANDA AKAN 
MEMBANGUN BISNIS ANDA

Kaum perempuan, terutama kaum ibu, kadang memiliki ketakutan berlebihan ketika hendak membangun bisnis. Ketakutan pertama bisa jadi karena takut tak bisa membagi waktu antara bisnis dengan kewajiban rumah tangga. Ketakutan lainnya mungkin berasal dari masa lalu.

Kisah kebangkrutan keluarga dekat, atau sahabat, ternyata mampu mensugesti diri sendiri untuk memiliki ketakutan yang sama ketika akan memulai bisnis. Ada sebuah ketakutan tak berdasar yang membuat kaum perempuan yakin bahwa kebangkrutan itu juga akan terjadi kepadanya.
Pikiran-pikiran seperti inilah yang menghambat sesorang untuk memulai. Padahal, menurut Issa Kumalasari (coach, trainer, danspeaker professional yang sukses membangun bisnis di 3 negara), membangun bisnis belum tentu sesulit yang dibayangkan. Oleh karena itu, kaum perempuan diharapkan bisa melakukan langkah berikut, yakni :
1. Sembuhkan masa lalu
2. Putuskan untuk berkarya
3. Jadilah cahaya dunia
Issa mempraktekkan cara sederhana untuk menjauhkan diri dari pikiran-pikiran negatif, yakni dengan cara memejamkan mata. Tarik nafas perlahan lalu buang. Ulangi sampai tiga kali. Kemudian bayangkan Anda sedang meniup sebuah balon yang isinya adalah semua pikiran positif dan bayangan masa lalu.
Balon itu akan semakin besar, seiring pikiran dan bayangan masa lalu yang dikeluarkan sembari meniup balon. Lalu bayangkan balon tersebut diikat kuat, kemudian diterbangkan ke awan hingga tidak bisa terlihat lagi. Setelah balon lenyap, bayangkan sebuah cahaya masuk dari awan dan menembus tubuh Anda. Bayangkan Anda bermandikan cahaya dan Anda akan menjadi cahaya bagi dunia. Setelah merasa lega, buka mata Anda.
Latihan ini bisa diulangi kapanpun pikiran negatif muncul. Bahkan, latihan ini tak hanya bisa digunakan untuk berbisnis, tetapi juga dalam menjalin hubungan percintaan dan menjalani kehidupan sehari-hari.
Pikiran negatif juga kadang menghampiri perempuan ketika memasuki pembahasan tentang investasi saham. Ketakutan paling besar disebabkan oleh kerugian besar-besaran yang akan terjadi jika salah mengambil langkah. Akibatnya, kaum perempuan memilih mundur dan mencari investasi aman di bank (deposito).
Padahal, investasi saham bisa menawarkan keuntungan sebesar 30 hingga 40 persen setiap tahun dan kemungkinan konsisten. Namun, angka ini akan tercapai jika perempuan mampu menguasai analisa teknikal.
“Semua bisa dipelajari dengan grafik. Kalau mengerti cara menganalisa grafik, maka Anda tidak akan pernah mengalami kerugian. Tentu saja hal ini harus dipelajari dan dilatih secara treus-menerus,” ungkap Ellen May, penulis buku best sellertentang saham dan pembicara untuk mengedukasi dan memberikan pelatihan saham di berbagai kota. Ellen menyampaikan hal ini dalam talkshow Mompreneur menyambut Hari Kartini di CityWalk Sudirman, Jakarta, Sabtu (21/4/2012).
Jika mau belajar, maka perempuan juga bisa menjadi trader saham yang sukses seperti Ellen. Banyak belajar juga akan meningkatkan kemampuan untuk memilih saham, waktu yang tepat untuk menjual atau membeli, dan manajemen uang.
“Banyak orang yang serakah, sehingga yang didapat bukan keuntungan malah kerugian. Dalam invetasi saham ini orang harus bisa mengendalikan emosinya. Bahkan terkadang harus diam, mundur dulu, untuk melihat reaksi pasar, baru masuk lagi untuk memutuskan beli atau jual,” jelas Ellen.
Pada dasarnya semua bidang bisnis memang bisa dipelajari. Hanya tinggal bagaimana keinginan kaum perempuan, terutama para ibu untuk mau mempelajarinya atau tidak. Selain itu, hambatan yang nantinya akan hadir ketika bisnis sudah dimulai, seharusnya tidak ditakutkan di awal, tetapi dihadapi dengan keyakinan.
Issa melakukan simulasi dengan pensil yang digenggam oleh kedua tanggannya. Ia memanggil salah seorang pengunjung untuk mematahkan pensil tersebut dengan hanya satu jari. Karena sang pengunjung fokus pada pensil, maka jarinya berhenti di pensil, sehingga pensil tak juga terbelah dua. Namun, setelah pengunjung itu menganggap pensil tersebut tidak ada, maka ia berhasil mematahkan pensil dengan jari telunjuknya.
Pensil tersebut diibaratkan sebagai hambatan yang akan menghalangi jalan pebisnis apabila dianggap sebagai penghalang. Jika pebisnis fokus kepada tujuan semula, maka hambatan tidak akan terasa sama sekali dan justru menjadi penyemangat untuk mewujudkan tujuan bisnis semula, yakni kesuksesan.



Sumber : female.kompas.com
Sumber gambar : jejakorangsukses.blogspot.com

Indonesia Bloger

Chess

InstaForex